PROPOLIS DIAMOND

Adalah tidak berlebihan
jika ada yang mengatakan,
jika Anda membawa satu botol kecil
Propolis Diamond sama saja Anda ...

membawa OBAT SATU APOTIK !



Rabu, 08 Mei 2013

Diabetes, Bagaimana Menghindari Ancamannya

Kencing manis (diabetes mellitus) adalah kerangkeng yang selalu siap membelenggu kenyamanan hidup siapa pun yang tidak waspada. Begitu ketahuan mengidap diabetes, seseorang diwajibkan menjalankan disiplin
ketat dalam hal makan-minum dan berolahraga, sepanjang hidupnya! Kalau tidak,ancamannya sungguh tidak main-main.

Komplikasi yang diderita pengidap kencing manis sebagaimana tercatat di Poliklinik Diabetes RSUD Dr. Soetomo Surabaya amatlah beragam. Yang tertinggi, yakni menurunnya kemampuan seksual (50%), termasuk impotensi total yang menetap. Menyusul komplikasi saraf, seperti mengecilnya otot-otot kaki (atrofi), mata tertutup sebelah, mulut "tertarik" (30,6%).
Adapula yang mengalami penyempitan pembuluh darah di mata (29,3%) dan menderita katarak (kekeruhan lensa mata), 16,3%. Lalu, pengidap TBC paru-paru (15,3%), tekanan darah tinggi/hipertensi (12,8%) dan penyempitan pembuluh darah jantung/penyakit jantung koroner (10%), dan stroke (4,2%).

Biasanya penderitanya berusia di atas 40 tahun dan umumnya berat badannya berlebihan.

Di Indonesia pada tahun 1994 jumlah pengidap diabetes sudah mencapai 21/2 juta, atau kira-kira 3% dari jumlah penduduk kala itu. Jumlah ini diperkirakan akan berlipat menjadi 5 juta pada tahun 2010.

Percepatan meningkatnya penderita kencing manis, di Indonesia, terutama diakibatkan oleh perkembangan pola makan yang salah arah. Makin banyak penduduk yang kini kurang menyediakan makanan berserat di rumah. Santapan kaya kolesterol, lemak, dan natrium (a.l. dalam garam dan penyedap rasa) muncul sebagai tren menu harian, yang diperparah dengan meningkatnya konsumsi makanan-minuman kaya gula, seperti fried chicken, hotdog, hamburger, minuman ringan bersoda (soft drink), donat, cake berlapis krim seperti black forest cake, dan lain-lain.



Macam-macam diabetes

Diabetes bukanlah penyakit menular. Penyakit "air kencing manis" ini dikarenakan membanjirnya zat gula dalam darah. Hal ini tak lain karena 'dosa' insulin. Hormon inilah satu-satunya yang bertanggung jawab atas bertimbunnya gula dalam darah.
Repotnya, sekali terjadi penumpukan gula darah ini, tubuh penderita tak bisa dipulihkan lagi, sehingga ia perlu terus berdiet. Karma alasan inilah maka diabetes dijuluki sebagai penyakit seumur hidup.


Apa sebetuinya yang terjadi?

Setiap kali menerima asupan karbohidrat dari makanan, tubuh akan memecahnya menjadi gula sederhana (disebut glukosa) yang akan segera memenuhi aliran darah. Kondisi ini merangsang kelenjar pankreas untuk menghasilkan hormon insulin, yang bertugas menggiring glukosa masuk ke dalam sel, agar tidak terus gentayangan dalam darah. Namun ada kalanya tak semua glukosa yang seharusnya tersimpan dalam sel itu berhasil digudangkan, dan banyak yang tertinggal dalam darah. Akibatnya, gula darah ini akan dibuang bersama urin (air kencing), sehingga kencing jadi terasa manis.

Ada dua sebab mengapa gula darah gagal masuk ke dalam sel dan tetap betah bertahan dalam darah.

Pertama, karena kelenjar pankreas sangat sedikit menghasilkan hormon insulin, atau bahkan tidak mampu menghasilkannya sama sekali. Agar gula darah bisa terangkut ke dalam sel dan tidak sampai bertimbun hingga mengakibatkan keracunan, tubuh perlu mendapatkan bantuan pasokan insulin dari luar. Biasanya berupa suntikan insulin. Penyakit kencing manis jenis ini dikenal sebagai diabetes mellitus tergantung insulin, atau insulin dependent diabetes mellitus. Umumnya diidap oleh anak-anak atau orang dewasa muda (usia awal 20-an).
Diabetes jenis ini dapat mencetuskan keadaan yang mengakibatkan kematian. Bertimbunnya gula darah membuat tubuh kewalahan memecahnya menjadi sumber energi. Sebagai gantinya, ia memanfaatkan sel lemak yang mengakibatkan terbentuknya senyawa keton yang bisa tercium baunya lewat napas dan urin. Bila gejala ini dibiarkan tanpa penanganan dan pengobatan, penderita bisa koma, bahkan meninggal.

Diabetes kedua, pankreas sebenarnya masih cukup menghasilkan insulin, tapi kerja insulin itu sendiri yang kurang efektif dalam menggiring gula darah masuk ke dalam sel. Hal ini mudah terjadi pada orang yang kegemukan. Penyakit ini disebut diabetes mellitus tidak tergantung insulin, alias non insulin dependent diabetes mellitus. Biasanya penderitanya berusia di atas 40 tahun dan umumnya berat badannya berlebihan. Diabetes jenis inilah yang paling banyak terjadi. Di Indonesia penderita diabetes jenis ini jumlahnya lebih dari 90% dari seluruh pengidap diabetes.

Selain kedua jenis diabetes tersebut, sebenarnya ada pula diabetes tipe-tipe lain. Di antaranya diabetes terkait malnutrisi (malnutririon related diabetes mellitus), yang dikarenakan salah gizi. Misalnya karena defisiensi protein kronis.

Ada juga tipe diabetes yang diakibatkan terekspos pada bahan kimia atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu terus-menerus dalam waktu lama. Kasus ini memang masih jarang, tapi menunjukkan kecenderungan menaik.


Awasi gejalanya

Gejala awal penyakit kencing manis biasanya ditandai dengan terjadinya "tiga banyak". Banyak minum, banyak kencing, banyak makan. Bila gejala awal ini terlewatkan dari perhatian, penderita jadi ingin banyak minum dan banyak kencing, disertai gejala baru berupa penurunan berat badan secara tiba-tiba. Dalam waktu 2-4 minggu, berat badan susut bisa mencapai 5-10 kg.

Jika sampai detik ini Anda tidak mengalami gejala tersebut, bersyukurlah. Tanda bahwa Anda bukan pengidap diabetes. Sekalipun demikian, kewaspadaan harus tetap dijaga agar bisa terbebas dari kemungkinan terserang penyakit kencing manis. Soalnya, epidemi diabetes mellitus selalu mengintip lewat banyak celah.


Keturunan

Faktor keturunan memberi peluang paling besar bagi penyakit kencing manis untuk menyerang Anda. Waspadalah jika orangtua (balk keduanya maupun hanya salah satu), saudara kandung (kakak-adik), kakek-nenek, paman-bibi, keponakan, saudara sepupu ada yang menderita kencing manis. Berarti Anda telah menggenggam risiko 40% mengidap diabetes.


Bayi super

Risiko yang sama besarnya muncul pada orang yang pernah melahirkan bayi lebih dari 4.000 gram atau dalam pemeriksaan pernah ditemukan kadar glukosa darahnya melebihi 140 mg/dl (puasa) atau di atas 200 mg/dl (2 jam setelah makan)


Berat badan

Kegemukan (obesitas) juga turut mengundang kedatangan diabetes. Seseorang dinyatakan kegemukan jika berat badan relatif (BBR)-nya lebih besar daripada 120 %. BBR diperoleh lewat rumus : BBR = Berat Badan (kg) / (Tinggi Badan (cm) - 100) X 100%


Hipertensi

Tekanan darah tinggi (hipertensi), yakni tensi lebih besar daripada 160/95, dan penyakit hati (hepatitis) juga mengundang kemungkinan yang sama.


Kortikosteroid

Peluang serangan diabetes bisa muncul jika kita terlalu lama minum atau mendapatkan suntikan obat-obatan golongan kortikosteroid. Obat ini sering digunakan untuk mengatasi penyakit rematik, penyakit kulit, penyakit asma, dan lain-lain. Beberapa merek dagang yang populer di antaranya Rheumacyl, Kortison, Hidrokortison, Prednison, Oradexon. Begitupun jika kita terlalu sering terekspos insektisida. Ini dialami petani AS dan Korea Selatan, banyak di antaranya kemudian menderita diabetes.


Virus gondok

Infeksi virus tertentu yang penyembuhannya tidak tuntas memberi peluang cukup besar bagi penyakit kencing manis untuk menghinggapi seseorang. Seperti virus yang mengakibatkan penyakit gondok (gondongan).


Bagaimana mencegahnya ?

Kecuali faktor keturunan, faktor yang lainnya harus dikendalikan agar diabetes enggan menyerang. Bagaimana caranya?


Pola hidup baru

Biasakan mengadaptasi pola hidup yang mengacu pada pedoman antidiabetic action , "pola hidup — utamanya pola makan- menjauhi diabetes". Selain itu, seseorang yang memikul "takdir turunan diabetes" harus berolahraga secara teratur dan terukur. Olahraga hendaknya dilakukan pada tingkat denyut nadi dan frekuensi olahraga yang bisa memberikan manfaat sehat yang optimal.


Kurangi gula

Langkah pertama adalah mengurangi konsumsi gula dan makanan-minuman bergula. Antara lain gula pasir, gula merah, sirup, selai, jell, manisan, buah-buahan, susu kental manis, soft drink, es krim, kue-kue manis, abon, dendeng, sarden, kecap. Batasi hingga konsumsi gula atau makanan-minuman manis tidak lebih dari setara 2 1/2 sendok makan rata gula pasir.


Jaga berat badan

Begitu diketahui BBR sudah melampaui 110%, segeralah berdiet rendah kalori dan/atau tingkatkan aktivitas fisik. Jaga agar BBR tetap berada pada kisaran normal/ideal, yakni 90-110%


Batasi natrium

Jaga asupan natrium optimal sebanyak 1.000 - 2.000 mg sehari untuk orang dewasa, setara dengan 2 g (1/2 sendok teh rata) garam dapur. Karena lebih dari separuh kebutuhan natrium biasanya sudah bisa terpenuhi dari bahan makanan bernatrium, maka jumlah asupan garam dapur kira-kira separuhnya.

Batasi mengkonsumsi makanan yang dimasak/diawetkan dengan garam dapur, soda kue atau baking soda (natrium karbonat), vetsin (MSG, mononatrium glutamat), zat pengawet natrium benzoat, maupun bahan makanan yang sangat tinggi kandungan natriumnya. Seperti roti, biskuit, daging asap, ham, bacon, kornet, ikan kalengan, telur asin, sawi asin, otak, ginjal, lidah, keju, cokelat, dan kacang-kacangan.
Batasi seminim mungkin makanan yang banyak mengandung kolesterol dan/atau lemak jenuh. Seperti otak, hati, udang, kerang, kuning telur, mentega, keju, lemak babi, daging babi, kelapa tua, santan kental, minyak kelapa, margarin.


Makan makanan alami

Imbangi dengan meningkatkan konsumsi bahan makanan alami yang kaya serat kasar. Di antaranya sayuran daun hijau, beras putih tumbuk, beras merah, buah yang dimakan bersama kulitnya (jambu biji, apel, anggur, pir), serta agar-agar.


Jauhi kortikosoid

Tinggalkan atau batasi penggunaan obat-obatan golongan kortikosteroid dan insektisida rumah tangga, seperti obat anti nyamuk (semprot maupun bakar), obat pencegah rayap biasanya disemprotkan pada kayu rumah, insektisida untuk tanaman hias (ornamental houseplant pesticide)
Dengan tindakan preventif yang terpadu ini diharapkan diabetes tak akan singgah dalam tubuh kita.


Semoga Bermanfaat.
Terima Kasih, Salam Sukses untuk Anda !

Rachmadi Triatmojo
Pengelola terapi-alami.com

http://www.terapi-alami.com
gaya hidup sehat alami masyarakat masadepan (baca : islami)

Sumber : Majalah Nirmala November  1999


NB : Jika anda suka posting artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK Anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini ! Terimakasih.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Terapi Alami Herbal Pilihan
Kopi Racik Bumbu Arab (KRBA)
Rp 150.000,-
 Rp 135.000 ,- (2-5 botol)
Rp 120.000 ,- (6-10 botol)
Rp 112.500 ,- (11 botol ke atas)

   
Kapsul
 Sarang Semut Kapsul Sarang Semut

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   
Gamat HIU
(Herbal Indo Utama)

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   

Orimarru


Rp 150.000,-


   
Madu Hitam Pahit
Ar Rohmah
Madu Hitam Pahit Ar Rohmah
 Rp 85.000,-
 Rp 76.500 ,- (2-5 botol)
Rp 68.000 ,- (6-10 botol)
Rp 63.750 ,- (11 botol dst)

   
Madu Hitam Pahit Insuline
Darusyifa
Madu Hitam Pahit Insuline Darusyifa

 Rp 75.000,-
 Rp 67.500 ,- (2-5 botol)
Rp 60.000 ,- (6 botol dst)

   
Kopi Racik Bumbu Arab (KRBA)
Rp 150.000,-
 Rp 135.000 ,- (2-5 botol)
Rp 120.000 ,- (6-10 botol)
Rp 112.500 ,- (11 botol ke atas)

   
Kapsul
 Sarang Semut Kapsul Sarang Semut

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   
Gamat HIU
(Herbal Indo Utama)

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   

Orimarru


Rp 150.000,-


   
Madu Hitam Pahit
Ar Rohmah
Madu Hitam Pahit Ar Rohmah
 Rp 85.000,-
 Rp 76.500 ,- (2-5 botol)
Rp 68.000 ,- (6-10 botol)
Rp 63.750 ,- (11 botol dst)

   
Madu Hitam Pahit Insuline
Darusyifa
Madu Hitam Pahit Insuline Darusyifa

 Rp 75.000,-
 Rp 67.500 ,- (2-5 botol)
Rp 60.000 ,- (6 botol dst)

   
Kopi Racik Bumbu Arab (KRBA)
Rp 150.000,-
 Rp 135.000 ,- (2-5 botol)
Rp 120.000 ,- (6-10 botol)
Rp 112.500 ,- (11 botol ke atas)

   
Kapsul
 Sarang Semut Kapsul Sarang Semut

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   
Gamat HIU
(Herbal Indo Utama)

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   

Orimarru


Rp 150.000,-


   
Madu Hitam Pahit
Ar Rohmah
Madu Hitam Pahit Ar Rohmah
 Rp 85.000,-
 Rp 76.500 ,- (2-5 botol)
Rp 68.000 ,- (6-10 botol)
Rp 63.750 ,- (11 botol dst)

   
Madu Hitam Pahit Insuline
Darusyifa
Madu Hitam Pahit Insuline Darusyifa

 Rp 75.000,-
 Rp 67.500 ,- (2-5 botol)
Rp 60.000 ,- (6 botol dst)

   
Kopi Racik Bumbu Arab (KRBA)
Rp 150.000,-
 Rp 135.000 ,- (2-5 botol)
Rp 120.000 ,- (6-10 botol)
Rp 112.500 ,- (11 botol ke atas)

   
Kapsul
 Sarang Semut Kapsul Sarang Semut

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   
Gamat HIU
(Herbal Indo Utama)

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   

Orimarru


Rp 150.000,-


   
Madu Hitam Pahit
Ar Rohmah
Madu Hitam Pahit Ar Rohmah
 Rp 85.000,-
 Rp 76.500 ,- (2-5 botol)
Rp 68.000 ,- (6-10 botol)
Rp 63.750 ,- (11 botol dst)

   
Madu Hitam Pahit Insuline
Darusyifa
Madu Hitam Pahit Insuline Darusyifa

 Rp 75.000,-
 Rp 67.500 ,- (2-5 botol)
Rp 60.000 ,- (6 botol dst)

   
PANDUAN DENAH
PANDUAN DENAH