PROPOLIS DIAMOND

Adalah tidak berlebihan
jika ada yang mengatakan,
jika Anda membawa satu botol kecil
Propolis Diamond sama saja Anda ...

membawa OBAT SATU APOTIK !



Jumat, 26 April 2013

Terapi Mutakhir atasi Kanker, Medis atau Medis plus Komplementer ?

Pengobatan kanker kini telah semakin maju. Harapan kesembuhan bagi pasien kanker sudah bertambah terbuka, dengan efek samping pengobatan minimal. Selain terapi medis, tersedia pilihan lain: terapi medis plus komplementer.

          MENURUT harian Kompas (Sabtu, 15 Juni 2002), terapi kanker akan makin efektif dan makin nyaman bagi pasien. Sebab para ahli onkologi kini memusatkan penelitian pada aspek-aspek biologi molekuler yang mendasari pertumbuhan kanker, mencari akar penyebab serta tahap perkembangan yang bisa diintervensi untuk mencegah maupun menumpas sel kanker.

Jadi strategi "mencari sel kanker dan memusnahkan" kini telah berubah menjadi strategi "membidik target dan mengontrol".

Dengan membidik langsung pada penyebab pertumbuhan sel kanker, diharapkan efek samping pengobatan akan minimal. Jadi, pasien kanker yang sedang diobati tidak perlu lagi mengalami kerontokan rambut, diare, penurunan sistem kekebalan tubuh, bahkan ancaman kerusakan jantung, hati dan ginjal. Selain itu, berbagai penelitian terhadap pertanda tumor dan mutasi gen memungkinkan deteksi dini untuk mencegah timbulnya kanker.

Bentuk kemajuan yang kini sudah bisa dinikmati pasien antara lain yaitu dipasarkannya salah satu obat dengan target molekuler, yaitu STI-571 untuk pengobatan leukemia (kanker darah) mielogenik kronik. Berbeda dengan obat sitostatik lain yang menghambat pertumbuhan semua sel, STI-571 hanya menghambat proliferasi sel kanker dengan menduduki reseptor ATP (adenosin triphosphat) di gen Bcr-abl.

         Dalam pengobatan kanker payudara, teknik yang akan terus dikembangkan ialah breast conserving treatment (BCT). Dengan teknik yang telah diterapkan di Indonesia sejak 1984 ini (Kompas, 24 Juni 2002), penderita kanker payudara kini tidak lagi harus kehilangan sama sekali ciri kewanitaannya itu. Pada stadium dini, yang diangkat hanya bagian yang terkena kanker saja.

Sedangkan prosedur rutin pengambilan kelenjar getah bening di ketiak level I sampai III (ANLD) yang menyertai bedah kanker payudara kini juga telah dikembangkan alternatifnya, yaitu pemetaan dengan pengambilan kelenjar getah bening sentinel (SNLD). Jadi kelenjar getah bening tidak perlu lagi diangkat semua, tapi sebatas bagian yang terkena kanker saja.

Pendekatan invasif minimal ini bermanfaat mengurangi kesakitan dan pembengkakan pasca operasi, meningkatkan fungsi bahu dan lengan, mengurangi stres pasien, efektif dari segi biaya serta meningkatkan ketelitian dalam penentuan stadium kanker.

Seiring dengan majunya pengobatan medis, pengobatan kanker secara komplementer pun sudah banyak berubah. Berikut ini kami sajikan pendapat dr. Willie Japaries, konsultan Klinik Kanker Sehat Sentosa di Jakarta dan Dr. Husen Ahmad, M.D., Ph.D., dari Rumah Sakit Holistik Purwakarta, Jawa Barat, mengenai kanker.


Kanker tak perlu ditakuti

         Menurut dr. Willie Japaries, kanker adalah kumpulan sel yang tumbuh secara abnormal dan merusak sel-sel lain di dalam tubuh. Istilah lain untuk kanker adalah neoplasia atau tumor ganas. Sedangkan arti dari tumor adalah benjolan. Setiap benjolan baik jinak maupun ganas, normal atau abnormal, bisa disebut sebagai tumor.

Angka kejadian kanker semakin bertambah saja di dunia. Di negara maju, kanker sudah menjadi penyebab kematian nomor dua. Misalnya di Amerika Serikat, 1 dari 2 sampai 3 masyarakat di sana berisiko terkena sejenis kanker selama hidupnya.

Namun demikian sesungguhnya kanker tak perlu ditakuti. Sebagaimana dikemukakan oleh WHO, 30% kanker bisa dicegah, 30% kanker bisa disembuhkan kalau ditemukan dini.

           Jadi, kita hanya perlu waspada agar tidak terkena dan jika terkena segera menemukannya pada fase dini agar bisa disembuhkan secara tuntas. Di samping itu, tentunya kita perlu memahami, apa saja yang bisa menjadi penyebab kanker.


Penyebab kanker bisa bervariasi

         Sel kanker berasal dari sel normal yang berubah (bermutasi) menjadi abnormal. Apa penyebab sel yang semula normal menjadi abnormal? Berbagai jenis faktor genetis bawaan maupun yang didapat dari lingkungan telah diketahui dapat menyebabkan kanker. Unsur lingkungan yang dapat menimbulkan kanker disebut sebagai karsinogen. Menurut asalnya, karsinogen dapat dibagi menjadi karsinogen kimia, fisika, dan biologis.

        Karsinogen kimia jumlahnya paling banyak, konon sekitar seribu jenis. Termasuk di sini adalah nikotin dan tar dari rokok, zat warna tertentu, nitrosamin, dll.

Karsinogen fisika contohnya adalah radiasi ultraviolet, sinar X, debu asbes, dll.

Sedangkan contoh dari karsinogen biologis adalah virus dan jamur. Kanker yang sering dikaitkan dengan virus adalah Burkitt limfoma yang diduga keras disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Contoh lainnya adalah racun aflatoxin dari jamur Aspergillus flavus yang dapat menyebabkan kanker hati dan organ lainnya.

Memang sulit menghindari paparan berbagai karsinogen tersebut, namun paling tidak, kita bisa berusaha untuk menguranginya mulai dari sekarang.


Pengobatan Komplementer

           Masih menurut dr. Willie Japaries, metode pengobatan kanker yang baku adalah operasi, radioterapi, clan kemoterapi. Secara umum, kanker stadium dini (I dan II) dapat disembuhkan dengan cara baku tersebut, khususnya dengan operasi. Sedangkan kanker dengan stadium lebih lanjut umumnya tidak dapat dioperasi lagi, hanya mengandalkan kemoterapi dan radioterapi.

Terapi alami dapat menunjang (komplementer) terhadap terapi standar itu. Tujuannya bukan hanya mengurangi efek samping terapi standar (khususnya kemoterapi dan radioterapi), tapi juga membantu agar pemulihan kondisi fisik pasien menjadi lebih cepat dan mantap. Sebab, pada umumnya terapi alami berfungsi memperkuat kondisi fisik pasien dalam menghadapi penyakitnya.


Perlu berbagai jenis terapi

         Sementara itu Dr. Husen dari Rumah Sakit Holistik Purwakarta, memiliki pendapat yang sedikit berbeda mengenai kanker. Menurutnya, sampai sekarang dari sisi alternatif belum ada kesepakatan tentang kanker dan bagaimana terjadinya. Para ahli di bidang alternatif cenderung berbicara dari kacamatanya masing-masing. Sementara dari sisi medis, informasinya masih minim.

Selain itu, sisi medis selalu melihat kanker hanya dari luar saja dan tidak melihat konsep tubuh. Padahal 10 orang penderita kanker yang sama, bisa berbeda jenis serta karakter tubuhnya dan juga karakter kankernya. Tapi untuk tipe kanker yang sama, pengobatan medis umumnya memberikan jenis obat yang sama, dietnya pun sama.

Padahal kanker adalah penyakit darah, bukan penyakit lokasi dan kanker adalah penyakit komputerisasi tubuh. Jadi tidak mungkin diobati hanya dari segi fisik, tanpa memperbaiki komputer tubuhnya. Pada penderita kanker, komputer tubuhnya telah bekerja salah. Sel kanker adalah sel yang tumbuh di luar yang dikehendaki tubuh, jadi telah terjadi regenerasi sel yang tidak semestinya. Seharusnya tubuh bisa mengontrol dan mengendalikan proses terbentuknya sel. Kalau sel tidak harus terbentuk seharusnya tubuh diam saja.

Begitu pula regenerasi jaringan, hanya dibutuhkan untuk mengganti jaringan-jaringan yang rusak. Ketika kerusakan tidak terbentuk, tentunya tidak perlu terjadi regenerasi jaringan. Tapi di sinilah rusaknya komputer tubuh. Regenerasi jaringan berjalan terus tanpa bisa dikendalikan. Kesalahan komputer tubuh tersebut tak mungkin diperbaiki hanya dengan pendekatan fisik saja? Atau hanya dengan pemberian jus atau perbaikan konsep diet saja.

Menghadapi penderita kanker, tidak bisa hanya dengan satu konsep. Sebab komputer tubuh berbeda dengan komputer kita di rumah. jika komputer rusak, tinggal dilihat di mana kerusakannya lalu diganti saja. Tubuh kita tidak bisa seperti itu. Untuk mengetahui dimana salahnya, memerlukan waktu. Maka bisa banyak terapi dan konsep yang diberikan.


Tidak menghindari pengobatan medis

         Dokter Husen pun tidak mentabukan kemoterapi. Misalnya saja untuk pasien limfoma malignan yang keganasannya tinggi. Apalagi jika si pasien telah dibiopsi, penyebaran kankernya tentu cepat sekali. Jika dengan terapi makanan saja, tentu tidak akan tertangani.

Begitu pula dengan pembedahan, jika memang diperlukan tentu akan dilakukan. Namun karena fasilitas bedah belum tersedia di rumah sakitnya, umumnya pasien dikirim ke rumah sakit lain. Namun demikian, ia hanya merekomendasikan bedah apabila keganasan kanker penderita telah bisa dihambat dengan terapi selama 1-3 bulan.

         Jadi sebelum pembedahan, karakter tubuh pasien perlu diperbaiki dulu supaya ketika dioperasi risiko terlalu ganasnya kanker bisa dihindari. Sebab keganasan kanker umumnya baru diketahui dokter setelah dilakukan operasi. Jadi kalau kankernya ternyata ganas sekali dan baru diketahui setelah operasi, berarti tindakan itu telah terlambat. Dan, tak ada harapan lagi bagi si pasien.

Dengan demikian, menurut Dr. Husen, terapi sebelum pembedahan itu sangat diperlukan.


Sumber : Majalah NIRMALA Agustus 2002

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Terapi Alami Herbal Pilihan
Kopi Racik Bumbu Arab (KRBA)
Rp 150.000,-
 Rp 135.000 ,- (2-5 botol)
Rp 120.000 ,- (6-10 botol)
Rp 112.500 ,- (11 botol ke atas)

   
Kapsul
 Sarang Semut Kapsul Sarang Semut

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   
Gamat HIU
(Herbal Indo Utama)

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   

Orimarru


Rp 150.000,-


   
Madu Hitam Pahit
Ar Rohmah
Madu Hitam Pahit Ar Rohmah
 Rp 85.000,-
 Rp 76.500 ,- (2-5 botol)
Rp 68.000 ,- (6-10 botol)
Rp 63.750 ,- (11 botol dst)

   
Madu Hitam Pahit Insuline
Darusyifa
Madu Hitam Pahit Insuline Darusyifa

 Rp 75.000,-
 Rp 67.500 ,- (2-5 botol)
Rp 60.000 ,- (6 botol dst)

   
Kopi Racik Bumbu Arab (KRBA)
Rp 150.000,-
 Rp 135.000 ,- (2-5 botol)
Rp 120.000 ,- (6-10 botol)
Rp 112.500 ,- (11 botol ke atas)

   
Kapsul
 Sarang Semut Kapsul Sarang Semut

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   
Gamat HIU
(Herbal Indo Utama)

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   

Orimarru


Rp 150.000,-


   
Madu Hitam Pahit
Ar Rohmah
Madu Hitam Pahit Ar Rohmah
 Rp 85.000,-
 Rp 76.500 ,- (2-5 botol)
Rp 68.000 ,- (6-10 botol)
Rp 63.750 ,- (11 botol dst)

   
Madu Hitam Pahit Insuline
Darusyifa
Madu Hitam Pahit Insuline Darusyifa

 Rp 75.000,-
 Rp 67.500 ,- (2-5 botol)
Rp 60.000 ,- (6 botol dst)

   
Kopi Racik Bumbu Arab (KRBA)
Rp 150.000,-
 Rp 135.000 ,- (2-5 botol)
Rp 120.000 ,- (6-10 botol)
Rp 112.500 ,- (11 botol ke atas)

   
Kapsul
 Sarang Semut Kapsul Sarang Semut

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   
Gamat HIU
(Herbal Indo Utama)

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   

Orimarru


Rp 150.000,-


   
Madu Hitam Pahit
Ar Rohmah
Madu Hitam Pahit Ar Rohmah
 Rp 85.000,-
 Rp 76.500 ,- (2-5 botol)
Rp 68.000 ,- (6-10 botol)
Rp 63.750 ,- (11 botol dst)

   
Madu Hitam Pahit Insuline
Darusyifa
Madu Hitam Pahit Insuline Darusyifa

 Rp 75.000,-
 Rp 67.500 ,- (2-5 botol)
Rp 60.000 ,- (6 botol dst)

   
Kopi Racik Bumbu Arab (KRBA)
Rp 150.000,-
 Rp 135.000 ,- (2-5 botol)
Rp 120.000 ,- (6-10 botol)
Rp 112.500 ,- (11 botol ke atas)

   
Kapsul
 Sarang Semut Kapsul Sarang Semut

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   
Gamat HIU
(Herbal Indo Utama)

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   

Orimarru


Rp 150.000,-


   
Madu Hitam Pahit
Ar Rohmah
Madu Hitam Pahit Ar Rohmah
 Rp 85.000,-
 Rp 76.500 ,- (2-5 botol)
Rp 68.000 ,- (6-10 botol)
Rp 63.750 ,- (11 botol dst)

   
Madu Hitam Pahit Insuline
Darusyifa
Madu Hitam Pahit Insuline Darusyifa

 Rp 75.000,-
 Rp 67.500 ,- (2-5 botol)
Rp 60.000 ,- (6 botol dst)

   
PANDUAN DENAH
PANDUAN DENAH