PROPOLIS DIAMOND

Adalah tidak berlebihan
jika ada yang mengatakan,
jika Anda membawa satu botol kecil
Propolis Diamond sama saja Anda ...

membawa OBAT SATU APOTIK !



Kamis, 25 April 2013

Kanker, darimana datangnya ?

KANKER menjadi momok yang kian ditakuti karena jumlah penderitanya terus bertambah. Selain disebabkan oleh meningkatnya pencemaran lingkungan dan stres, ternyata konsumsi makanan salah gizi turut memberikan andil yang nyata. Termasuk konsumsi makanan yang mengandung bahan tambahan makanan (food additives) sintetis kimiawi yang makin populer pada penduduk di banyak negara, termasuk di negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia.


Bisa akibat salah diet

          Menurut Institut Kanker National Amerika (US National Cancer Institute), 35% kematian akibat kanker di AS dipastikan lantaran salah diet, terutama akibat pola makan yang kurang seimbang. Hal ini tercermin dari hasil survai terhadap 12.000 responden yang dipilih secara acak mewakili profit penduduk AS. Kepada mereka ditanyakan apa yang mereka makan selama 24 jam terakhir. Jawabannya diharapkan memberikan sedikit gambaran mengenai kebiasaan makan penduduk Amerika.

Hasilnya, 40% responder menyatakan tidak makan buah sepotong pun, sedangkan 20% menyebutkan tidak menyantap sayuran apa pun selama sehari sebelum survai. Sebaliknya, 55% responden makan daging segar dan lebih dari 40% mengaku menyantap sedikitnya seporsi daging sapi olahan, khususnya lunch-eon meat dan beef bacon.

          Para ahli dari Institut Kanker Amerika menyimpulkan bahwa bertunasnya biang kanker oleh faktor makanan disebabkan dua hal yang saling bertolak belakang. Pertama, rendahnya konsumsi bahan makanan kaya serat kasar, khususnya buah-buahan segar, sayuran berwarna (wortel, terong ungu, aneka sayuran daun hijau seperti daun singkong, bayam, brokoli), dan kacang-kacangan. Kedua, keengganan membatasi konsumsi daging, terutama yang berlemak seperti daging olahan maupun daging asap.

          Kanker bukanlah penyakit yang tumbuh seketika. Masa pertunasan biang kanker memakan waktu hingga belasan tahun. Serangan senyawa radikal bebas mengakibatkan terjadinya perubahan sedikit demi sedikit pada DNA genetis. Gino Cortopassi dkk., dari University of Southern California at Los Angeles (Universitas California Selatan di Los Angeles) menyebutkan bahwa pada lansia, mutasi (perubahan gen) terjadi 13 kali lebih cepat pada sel darah dan 40 kali lebih sering dalam sel limpa. Tak heran jika lansia lebih rentan menderita kanker.

Sekalipun begitu, para ahli meyakini bahwa kanker tidak hanya bisa dicegah, tapi juga ditumpas. Tentu saja, lebih baik berupaya mencegah daripada menumpas. Caranya antara lain dengan membatasi konsumsi sumber radikal bebas guna menekan perkembangan sel-sel kanker. Sebaliknya, tingkatkan konsumsi antioksidan pelawan kanker yang sekaligus mengandung zat gizi pemacu kekebalan tubuh.


Batasi daging

          Senyawa amina heterosiklik (heterocyclic amines, Has) sampai kini didakwa sebagai biang utama kanker. Senyawa ini banyak terdapat dalam bahan pangan kaya protein clan berlemak, terutama daging berwarna merah (red meat). Dulu daging unggas (white meat) disebut-sebut sebagai daging yang sehat, tetapi karena dibudidayakan secara intensif (diternakkan secara tidak alamiah), produk unggas ini selain kaya protein juga menjadi kaya lemak.

Tumpukan senyawa amina heterosiklik terbentuk akibat pemasakan daging pada suhu tinggi atau  dengan api langsung. Seperti sajian daging steak masak sempurna (well done), satai, kambing guling, daging yang dimasak dengan metode masak Cina, juga kaldu daging yang dibuat dengan memasak lama pada suhu tinggi.

          Amina heterosiklik dalam daging berlemak merupakan senyawa pemicu kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker pankreas. Selain itu, lemak jenuh yang tersimpan dalam gajih dan daging berlemak juga menghasilkan senyawa amina heterosiklik yang dapat membangkitkan kanker payudara, kanker indung telur, dan jenis-jenis kanker spesifik lain pada wanita.

         Pembakaran daging hingga bagian luarnya hangus atau pengasapan, tak terkecuali pada ikan, menghasilkan senyawa kuinon (quinon) dan benzopirene (benzopyrene). Senyawa tersebut merupakan jenis hidrokarbon aromatik polisiklik (polycyclic aromatic hydrocarbons, PAHs) yang cukup karsinogenik (bersifat menyebabkan kanker).

          Makanan gorengan merupakan wahana biang kanker yang paling subur. Terutama jika merupakan kombinasi dari bahan hewani (baik daging merah maupun ayam) yang digoreng pada suhu tinggi, dengan minyak goreng yang merupakan lemak jenuh dan lemak trans (mentega, margarin, minyak goreng bekas). Minyak jelantah yang kehitaman, biasanya telah dua kali digunakan ulang, kaya senyawa hidrogen peroksida yang merupakan radikal bebas aktif sangat kuat.

          Guna mempercantik warna dan membuatnya awet, daging kalengan (comet beef) dibubuhi garam natrium nitrat dan atau natrium nitric (sendawa). Sayangnya, jika berikatan dengan amino atau amida yang terkandung dalam daging, senyawa tersebut akan membentuk senyawa nitrosamina atau nitrosoamina yang bersifat karsinogenik.

          Selain pada daging olah, senyawa serupa juga banyak terdapat dalam terasi dan ikan asin yang telah ditumbuhi kapang kemerahan / kehitaman. Nitrosamina atau nitrosoamina paling sering menimbulkan kanker lambung dan jenis-jenis kanker mulut, seperti kanker tenggorokan. Sendawa merupakan salah satu jenis bahan tambahan makanan sintetis.


Waspadai cemaran karsinogenik

         Aflatoksin merupakan salah satu jenis racun kapang (mikotoksin) yang dihasilkan kapang Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus. Kacang tanah dan hasil olahannya (bumbu pecel, oncom kacang tanah, tempe bongkrek) merupakan media pertumbuhan Aspergillus. Aspergillus ditemukan juga dalam beras rusak (yang telah kekuningan), ikan asin yang ditumbuhi kapang kemerahan/ kehitaman, makanan kaleng (comet beef, ikan sarden) kadaluarsa.

          Selain berpotensi meracuni dan merusak fungsi hati, mengkonsumsi makanan yang tercemar aflatoksin juga merangsang tumbuhnya kanker, terutama kanker hati.

Umbi-umbian yang telah bertunas dan berbercak kehijauan pada bagian mata tunas, seperti kentang dan ubi jalar, sebaiknya tidak lagi dikonsumsi. Ciri fisik tersebut merupakan indikasi terbentuknya senyawa glikoalkaloid, khususnya solanin dan kasonin (chaconine), yang bersifat karsinogenik.


Minimalkan pemakaian BTM

         Bahan tambahan makanan (BTM, food additives) telah dinyatakan aman oleh FDA (US food and Drug Administration / Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika) asalkan digunakan dalam takaran yang tepat. Sampai sekarang FDA telah merestui penggunaan 600-an jenis BTM. Akan tetapi dari tahun ke tahun korban terus berjatuhan akibat mengkonsumsi makanan yang dibubuhi BTM. Soalnya, apakah bisa dijamin yang telah dianggap aman itu akan tetap aman jika dikonsumsi setiap hari dalam waktu lama, apalagi jika itu bahan kimiawi?

          Cukup banyak bahan pemanis sintetis untuk makanan. Salah satunya adalah siklamat, terutama dalam bentuk garam natrium siklamat dan kalsium siklamat, yang memiliki tingkat kemanisan 30 kali gula pasir. Namun penggunaannya di Amerika kini sudah dilarang, karena terbukti dapat merangsang munculnya kanker.

           Demikian pula dengan pemanis sintetis generasi berikutnya, yakni sakarin yang tingkat kemanisannya 40 kali gula pasir. Sama seperti siklamat, sediaan sakarin umumnya dalam rupa natrium siklamat atau kalsium siklamat dan banyak digunakan dalam produk makanan-minuman diet. Hanya sayangnya, yang ini pun sesuai hasil penelitian di Kanada dapat merangsang tumbuhnya kanker kandung kemih.

Karena sifat toksiknya yang tersembunyi di balik cap aman, maka sebagian ahli mengusulkan agar nama BTM diubah saja menjadi BTK. Bukan lagi bahan tambahan makanan, tapi bahan tambahan kimiawi. Dengan demikian, kita akan selalu diingatkan bahwa sosok kimiawi yang dicap aman sekalipun tetap menyimpan potensi ketidakamanan.


Tingkatkan sayuran dan buah

          Guna menangkal serangan kanker, setidaknya ada tiga langkah penting yang harus dilakukan. Yang utama, batasi, jika mungkin hindari, makanan mengandung senyawa pemicu kanker. Kedua, tingkatkan konsumsi makanan yang dapat membantu membersihkan atau memberangus senyawa pemicu kanker. Ketiga, tingkatkan sistem kekebalan tubuh dan kondisi kesehatan secara umum.

            Salah satu tindakan untuk meningkatkan kesehatan dan kekebalan tubuh adalah dengan makan sayuran dan buah-buahan setiap hari tanpa absen sebanyak yang mampu kita habiskan, setidaknya 5 porsi (lihat boks). Baik sayuran maupun buah-buahan kaya beragam senyawa peredam radikal bebas pemicu kanker. Di antaranya karotenoid seperti betakaroten, likopen, dan lutein: flavonoid seperti isoflavon dan lignan; juga kuersetin. Pendeknya, sayuran dan buah-buahan mengandung zat antioksidan yang melimpah.

         Hasil kajian Gladys Block, Ph.D., peneliti kanker pada Universitas California di Berkeley, Amerika, menyimpulkan bahwa konsumsi sayuran dan buah secara teratur dalam jumlah mencukupi dapat memangkas risiko kanker hingga separuhnya. Sedangkan para peneliti dari Universitas Alabama, yang melakukan penelitiannya terhadap responder wanita, menyebutkan sayuran dan buah mampu mengusir munculnya kanker dinding rahim.

           Kecuali antioksidan berupa senyawa fitokimiawi, dalam sayuran dan buah-buahan tersimpan juga sejumlah serat kasar. Guna mengoptimalkan asupan serat kasar, imbangi dengan mengkonsumsi beras merah, ketan hitam, jagung/menir jagung, juga kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah, kacang tolo, kedelai).

       Pada saat mengkonsumsi lemak tinggi, tubuh akan memacu empedu agar mengalirkan lebih banyak asam empedu dan kolesterol ke dalam usus. Oleh bakteri usus, senyawa tersebut diubah menjadi asam empedu sekunder, hidrokarbon aromatik polisiklik, estrogen dan derivat epoksida, yang bersifat karsinogenik. Selain lemak, makanan lain pun dapat diubah oleh mikroorganisme usus menjadi senyawa beracun.

          Dengan konsumsi serat tinggi, zat-zat karsinogenik tersebut akan terikat bersama serat dalam sisa makanan, untuk selanjutnya dibuang ke luar tubuh bersama kotoran (faeses). Mekanisme ini juga mempersingkat waktu transit zat racun karsinogenik di dalam usus besar, sehingga efek paparan racunnya menjadi terbatas.


Tempe ampuh perangi kanker

          Tempe banyak mengandung senyawa fitokimiawi antikanker seperti genistein, daidzen, inhibitor protease, asam fitat, saponin, fitosterol, asam fenolat, hingga asam lesion. senyawa inhibitor Bowman-Birk, yang merupakan inhibitor protease kedelai, ditemukan Dr. Ann. R. Kennedy dari Universitas Kedokteran Pennsylvania, Amerika, sebagai pelawan beragam kanker.

          Merangkum banyak hasil penelitian, Jean Carper penulis buku "Stop Aging Now!" menyebutkan bahwa senyawa genis-tein dalam tempe dapat menghentikan pembentukan pembuluh darah baru secara tak wajar dan produksi enzim-enzim yang menghidupi bibit kanker. Dengan demikian, pertumbuhan calon kanker dapat digagalkan. Terutama kanker payudara, kanker usus besar, kanker paru-paru, kanker kulit, kanker prostat, kanker darah (leukemia).

          Bagi laki-laki, tempe membawa harapan cerah. Selain menghalangi pertumbuhan sel-sel kanker payudara pada wanita, senyawa genisteinnya dapat menyetop perkembangan sel-sel kanker prostat. Selain itu, genistein mampu menghambat penyebaran sel-sel kanker prostat.

Dalam tubuh laki-laki berisiko kanker prostat, ditemukan senyawa 5-alfa-reduktase. Enzim ini secara membabi buta akan mengubah hormon testosteron menjadi senyawa dihidrotestosteron. Nah, hormon testosteron gadungan inilah yang memprovokasi pertumbuhan jaringan pada prostat yang membengkak serta kulit kelamin secara revolusioner, dan akhirnya menjadi kanker.

           Kecuali tempe, hasil olahan kedelai lainnya terutama susu kedelai, juga mampu mencegah pengubahan fungsi hormon yang diselewengkan tersebut. Dengan mengkonsumsi 100 g (4 x 6 x 4 cm) tempe, kita sudah mendapatkan asupan 50-75 mg genistein, yang akan tetap stabil dalam darah selama 24 – 36 jam. Jadi, makan tempe setiap hari ibarat menyediakan satu peleton pasukan pelawan kanker yang terus bersiaga sepanjang hari.


Porsi Buah dan sayuran  

          Seporsi sayuran setara dengan 100 g sayuran bersih siap masak atau 1 gelas sayuran masak yang telah ditiris kan.

          Seporsi buah setara dengan 1/2 buah sedang (75 g) apel. 1 buah (100 g) jambu biji, 2 buah (100 g) jeruk manis, 1/2 buah (50 g) mangga, 1/6 buah sedang (75 g) nanas, 1 potong sedang (100 g) pepaya, 1/2 buah (100g) pir, 1 buah sedang (75 g) pisang, 1 potong besar (150 g) semangka.



Sumber : Majalah NIRMALA September 2001   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Terapi Alami Herbal Pilihan
Kopi Racik Bumbu Arab (KRBA)
Rp 150.000,-
 Rp 135.000 ,- (2-5 botol)
Rp 120.000 ,- (6-10 botol)
Rp 112.500 ,- (11 botol ke atas)

   
Kapsul
 Sarang Semut Kapsul Sarang Semut

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   
Gamat HIU
(Herbal Indo Utama)

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   

Orimarru


Rp 150.000,-


   
Madu Hitam Pahit
Ar Rohmah
Madu Hitam Pahit Ar Rohmah
 Rp 85.000,-
 Rp 76.500 ,- (2-5 botol)
Rp 68.000 ,- (6-10 botol)
Rp 63.750 ,- (11 botol dst)

   
Madu Hitam Pahit Insuline
Darusyifa
Madu Hitam Pahit Insuline Darusyifa

 Rp 75.000,-
 Rp 67.500 ,- (2-5 botol)
Rp 60.000 ,- (6 botol dst)

   
Kopi Racik Bumbu Arab (KRBA)
Rp 150.000,-
 Rp 135.000 ,- (2-5 botol)
Rp 120.000 ,- (6-10 botol)
Rp 112.500 ,- (11 botol ke atas)

   
Kapsul
 Sarang Semut Kapsul Sarang Semut

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   
Gamat HIU
(Herbal Indo Utama)

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   

Orimarru


Rp 150.000,-


   
Madu Hitam Pahit
Ar Rohmah
Madu Hitam Pahit Ar Rohmah
 Rp 85.000,-
 Rp 76.500 ,- (2-5 botol)
Rp 68.000 ,- (6-10 botol)
Rp 63.750 ,- (11 botol dst)

   
Madu Hitam Pahit Insuline
Darusyifa
Madu Hitam Pahit Insuline Darusyifa

 Rp 75.000,-
 Rp 67.500 ,- (2-5 botol)
Rp 60.000 ,- (6 botol dst)

   
Kopi Racik Bumbu Arab (KRBA)
Rp 150.000,-
 Rp 135.000 ,- (2-5 botol)
Rp 120.000 ,- (6-10 botol)
Rp 112.500 ,- (11 botol ke atas)

   
Kapsul
 Sarang Semut Kapsul Sarang Semut

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   
Gamat HIU
(Herbal Indo Utama)

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   

Orimarru


Rp 150.000,-


   
Madu Hitam Pahit
Ar Rohmah
Madu Hitam Pahit Ar Rohmah
 Rp 85.000,-
 Rp 76.500 ,- (2-5 botol)
Rp 68.000 ,- (6-10 botol)
Rp 63.750 ,- (11 botol dst)

   
Madu Hitam Pahit Insuline
Darusyifa
Madu Hitam Pahit Insuline Darusyifa

 Rp 75.000,-
 Rp 67.500 ,- (2-5 botol)
Rp 60.000 ,- (6 botol dst)

   
Kopi Racik Bumbu Arab (KRBA)
Rp 150.000,-
 Rp 135.000 ,- (2-5 botol)
Rp 120.000 ,- (6-10 botol)
Rp 112.500 ,- (11 botol ke atas)

   
Kapsul
 Sarang Semut Kapsul Sarang Semut

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   
Gamat HIU
(Herbal Indo Utama)

 P. Jawa Rp 75.000,-
Luar P. Jawa Rp 80.000 ,-


   

Orimarru


Rp 150.000,-


   
Madu Hitam Pahit
Ar Rohmah
Madu Hitam Pahit Ar Rohmah
 Rp 85.000,-
 Rp 76.500 ,- (2-5 botol)
Rp 68.000 ,- (6-10 botol)
Rp 63.750 ,- (11 botol dst)

   
Madu Hitam Pahit Insuline
Darusyifa
Madu Hitam Pahit Insuline Darusyifa

 Rp 75.000,-
 Rp 67.500 ,- (2-5 botol)
Rp 60.000 ,- (6 botol dst)

   
PANDUAN DENAH
PANDUAN DENAH